I SAID TRAVELLING, BUT... (BROMO - BALI PART II)
Bromo, seuntai kata yang selalu bikin kangen. Tempat dimana semua suasana kehangatan, persahabatan dan kasih sayang menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Gunung dengan pemandangan kawah yang indah. Benar-benar bikin jatuh hati dan selalu ingin kembali ketika melihat dan merasakannya. Kali ini saya melakukan destinasi bersama 3 teman saya. Mereka adalah Diko, Rizky dan Luthfi.
Melakukan perjalanan dengan keadaan sangat semrawut. Ketidakberhasilan suatu acara membuat kita semakin terpojok. Sempat gagal, tiket kereta seharga 180rb hangus. Mau tidak mau kita harus terima dan segera membeli tiket baru. Lupakan sejenak masalah yang ada, terserah kalian mau hujat apa, yang menghujat pun tidak ada kerjanya sama sekali. Menyedihkan..
Bandung, 19 februari 2013. Ini menjadi tanggal dimana kita bebas dari segala tugas. LPJ selesai dan sudah di berikan ke pihak kampus. Orang-orang sirik yang cuma bisa berkata-kata dibelakang sedikit terdiam.
Kiaracondong Station, 15.15 wib we're ready for vacation! yeay
15.30 stasiun Kiaracondong, senyum menghiasi bibir kita, tawa, canda serta bahagia. Hal yang jarang kita temukan sebelum terbebas dari acara kacau itu. Pikiran kita melayang, membayangkan betapa indahnya Gunung Bromo. 16 jam dikereta seakan tidak terasa.
look at the window guys! the beauty of Indonesia :') (at the train go to Malang Station)
07.30 20 Februari 2013 stasiun Malang, lusuh, kucel, lapar. Keadaan kami saat itu.. Bersiap sarapan pagi, kedai soto yang berada berdampingan dengan stasiun pun menjadi tujuan. Harga relatif, 8rb + nasi putih. Apapun rasanya, yang terpenting kita bisa menikmati makanan itu.
MALAAAAAAAAAAAANG!!! lalala yeyeye semua berawal dari sini.. guys, mari taklukan Bromo
09.00 angkot 03 jurusan terminal arjosari.. Bosan, sangat bosan. Ini yang membuat penumpang tidak nyaman. Menunggu angkot sampai penuh. Hampir 2 jam menunggu. Naik angkot ini kita harus mengeluarkan kocek sebesar 3rb saja.
11.30 terminal Arjosari, Malang. Bus jurusan Probolinggo akan mengantar kita, biaya yang di keluarkan sebesar 14rb (ekonomi, non ac) perjalanan ini menghabiskan waktu 2jam untuk sampai ke terminal Probolinggo. Jam makan siang kami sampai disana. Tidak ada perubahan yang berarti. Sama seperti tahun sebelumnya. Lagi2 kami harus menunggu sampai isi minibus penuh. 35rb (harga biasa 25rb) minibus diberangkatkan dengan biaya tambahan 10rb perorangnya. 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di penginapan seperti sebelumnya. 100rb perkamar dengan 2 tempat tidur. Suasananya berbeda. Tahun lalu saya hanya berdua dan bertemu dengan rombongan anak muda, seumuran dengan saya. Tahun ini kami hanya berempat. Cuma berempat, sepi, sunyi. tapi tetap bahagia hehe
03.00 21 Februari 2013 siap-siap berangkat ke Pananjakan 1 Gunung Bromo, niat untuk melihat sunrise indah yang melintas dikawasan tersebut. Musim hujan + kabut menjadi penghalang. Cuaca mencapai 3˚celcius, hingga jam 6 pagi matahari tidak kunjung terlihat. Hanya angin, kabut dan udara dingin yang dapat kita rasakan.
Orang bilang ini PANANJAKAN I.. but, kabut tebal menghalangi sunrise :(
I said the beauty in white (gak keliatan apa-apa kecuali kabut dan semua pandangan jadi putih :'( )
Tetap narsis hahaha apapun yang terjadi, walau sedikit kecewa.. senyum we lah pokoknya
06.00 Menuju Kawah Gunung Bromo. Sebelum menaiki puncak, kami mengabadikan pemandangan di Padang Pasir Gunung Bromo. Pemandangan yang jarang kami temukan di Bandung. Hampir tidak ada yang serupa. Hanya hembusan angin berbisik yang dapat kami dengar. Sungguh membuat suasana hati tenang dan tentram.
IRI YA? YAKAN? PASTI HAHAHAHA
udah berasa candid gak sih? kek pilem-pilem yeh hahahaha
Lebih dari 200 anak tangga untuk melihat kawah di atas gunung bromo. Cuaca labil, seluruh pemandangan kadang tertutupi kabut. Niat kami menaklukan gunung bromo pun sangat besar. Kondisi badan yang kurang fit bukan penghalang. Semangat!! Setelah sampai di atas. Kami beristirahat sejenak. Sebelum kembali untuk melakukan perjalanan lagi menuju Savana.
walo keliatan jauh tetep itu Gue, iya itu yang dilingkarin gue hahaha
Candid by Luthfi Fadhillah (eaaaa modelnya manis beneeerrrrrr)
Galauuuuuuuuuuu pisaaaaan hahahahahaha
ARTIS BROMO HAHAHAHAHA ALA-ALA INDIA GITU DEH
kalo yang ini minta banget di candid wkwkwkwk
Dinginnya hembusan angin, menusuk hingga ketulang. Hampir beku, tapi semua itu terbayar dengan savana hijau yang terbentang luas di hadapan saya. Tidak ingin kembali pulang, hanya ingin berada ditempat itu. Waktu seakan memaksa saya untuk meninggalkan tempat yang begitu indah. Subhanallah..
Kembali ke penginapan, detik-detik dimana kami harus lekas meninggalkan tempat yang membuat kita jatuh cinta. Lagi-lagi biaya 35rb harus kami keluarkan untuk mengantar ke terminal probolinggo.
Penipuan, saya tahu ini penipuan.. 120rb? Lihat harga ternyata hanya 70rb. Pelajaran berharga bagi petualang seperti kami. Sabar, cuma itu yang bisa kami lakukan. Dengan senyum indah pastinya.
02.00 22 februari 2013, Terminal Ubung, Bali. Taksi satu-satunya kendaraan yang bisa mengantar kita ke Denpasar. Harga sangat mahal, 120rb.. Lagi-lagi kami takut, dan penipuan kedua terjadi. Jarak yang kami pikir jauh ternyata lumay dekat. Poppies tujuan utama untuk mencari penginapan. Tempat dimana para backpacker dalam dan luar negeri tinggal, harga sangat amat terjangkau. Ac/ fan menjadi pilihan. Tapi dini hari, mana ada penginapan yang buka.
05.00, Menunggu di kfc sampai matahari terbit. Lelah, ingin rasanya badan di jatuhkan ke kasur yang sangat empuk. Poppies 1, nama penginapan ... Harga 150rb/kamar. Tempat yang "lumayan".
Di Bali, tidak banyak yang bisa kami lakukan. Mencari tempat wisata dan kuliner adalah tujuan. Sewa kendaraan 50rb/motor. Tempat wisata pertama adalah Garuda Wisnu kencana, terletak dekat Jimbaran, Bali
Welcome to Garuda Wisnu Kencana Bali :')
Bang sambilan bang? hahahaha kalo jomblo gitu tuh kerjaannya
Ini tuh patung Wisnu Kencana nya bukan sih?
Lokasi wisata kedua adalah Pura Uluwatu, ini spot kita melihat sunsets.
Uluwatu's Sunset
Kepikiran yang di Bandung euy hahahaha (sepik gilaaaa)
Lokasi ketiga, wisata kuliner nasi pedas depan Joger. Yummyyyyy..
Hanya itu, cuma itu yang bisa kita lakukan di Bali. Tidak banyak. Sedikit waktu tapi sangat berkesan. Esok pagi, kembali pulang ke tempat perantauan, Bandung

Comments
Post a Comment